Logo NUBareng
Masuk
NUBareng.com
Masuk
Berita

Mengenal Dzikrul Ghofilin, Rangkaian Wirid yang Menguatkan Tradisi Dzikir dan Tawassul di Tengah Masyarakat

NUBareng.com  •  Friday, 25 Sep 2026 | 23:25 WIB
Mengenal Dzikrul Ghofilin, Rangkaian Wirid yang Menguatkan Tradisi Dzikir dan Tawassul di Tengah Masyarakat
Ilustrasi berita / kegiatan. (Foto: Dok. NU Online)
Penulis
soni abdulloh
Kontributor

Jombang | - Suasana penuh kekhidmatan terasa di Dusun Kaplingan RT 2 RW 6, Desa Mojongapit, Jombang, pada Jumat, 25 September 2026. Dalam acara tasyakuran yang dihadiri tuan rumah, Ketua Tanfidziyah, Ketua Ranting NU, serta masyarakat sekitar, Yai Wahyu menyampaikan penjelasan mengenai Dzikrul Ghofilin, sebuah rangkaian wirid yang menjadi bagian dari tradisi amaliah keagamaan di kalangan masyarakat Nahdlatul Ulama. Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena tidak hanya mengajak jamaah untuk berdzikir, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai susunan, kandungan, serta landasan amalan yang terdapat di dalam Dzikrul Ghofilin.

Dalam penjelasannya, Dzikrul Ghofilin diterangkan sebagai rangkaian wirid yang memuat sejumlah bacaan dzikir dan doa. Di dalamnya terdapat pembacaan Surat Al-Fatihah sebanyak seratus kali, tawassul bil auliya wash sholihin, Ayatul Kursiy, Asmaul Husna, istighfar, sholawat, hingga tahlil. Susunan tersebut menjadikan Dzikrul Ghofilin sebagai rangkaian amalan yang menggabungkan berbagai bentuk dzikir, doa, pujian kepada Allah SWT, serta penghormatan kepada para wali dan orang-orang saleh. Melalui pengamalan secara bersama-sama, rangkaian wirid tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat ikatan spiritual di tengah masyarakat.

Dzikrul Ghofilin sendiri dikenal sebagai rangkaian wirid yang disusun oleh tiga tokoh ulama, yakni Gus Miek, KH. Hamid Pasuruan, dan KH. Ahmad Shiddiq Jember. Ketiganya merangkai sejumlah amalan dzikir menjadi satu susunan yang dapat diamalkan oleh masyarakat. Dalam pemaparannya, Yai Wahyu menjelaskan bahwa rangkaian bacaan dalam Dzikrul Ghofilin tidak disusun secara sembarangan. Komposisi dan tata cara pengamalannya berlandaskan dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur'an, sunnah, serta ajaran para masyayikh yang memiliki kesinambungan sanad hingga Rasulullah SAW.

Penjelasan tersebut sekaligus menempatkan Dzikrul Ghofilin bukan sekadar sebagai rangkaian bacaan, tetapi sebagai bagian dari tradisi dzikir yang memiliki dasar keilmuan dan sanad dalam praktik keagamaan. Setiap bacaan di dalamnya memiliki kandungan doa, dzikir, sholawat, dan pengagungan kepada Allah SWT. Karena itu, pemahaman terhadap isi dan tata cara pengamalannya menjadi penting agar jamaah tidak hanya mengikuti bacaan secara lisan, tetapi juga memahami nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan masyarakat Mojongapit tersebut juga memperlihatkan bagaimana tradisi dzikir dan amaliah keagamaan terus dirawat melalui kebersamaan warga. Kehadiran Ketua Tanfidziyah, Ketua Ranting NU, tuan rumah, serta masyarakat sekitar turut memberikan suasana kekeluargaan dalam kegiatan tasyakuran. Melalui momentum tersebut, pembahasan tentang Dzikrul Ghofilin menjadi sarana untuk mengenalkan kembali salah satu bentuk amalan dzikir kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

Editor: Admin NUBareng.com
Kontributor: soni abdulloh
Gabung di WhatsApp Channel NU Online
untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang